LITANI API
Karya : Raissa Nurayindra Harvanti
terdengar serapah cahaya
suara purba dari dada bangsa
Satu nusa. Satu bangsa. Satu Bahasa.
Dulu, mereka menatah fajar
dengan jiwa yang menyala
tanpa nama
Langit jadi altar
dan janji jadi nyala abadi
O ... tanah
yang mengandung sejarah,
kami datang bukan dengan bunga,
tapi bara dari pusara lama.
Nyala itu menitis di nadi kami,
menolak padam ditikungan zaman
Sumpah itu bukan aksara,
ia darah, ia nyawa,
yang menegakkan kata "Indonesia"
Dan bila tubuh kami jadi abu,
biarlah jiwanya tetap menyala,
sebab dari abu itu akan lahir kembali
api yang tak gentar dilahap malam.
No comments:
Post a Comment