Api yang Tak Pernah Padam
Oleh: Nindyta Zalfa Khairunnisa – XII . 2
Di balik reruntuh harapan dan debu masa lalu, ada bara kecil di dada para pemuda,
yang tak henti bernafas di tengah abu,
menyala perlahan, menolak padam oleh waktu.
Mereka berjalan di jalan penuh bayang,
menggenggam keyakinan saat dunia ragu, mimpi mereka menembus batas langit,
menyulam luka menjadi cahaya yang baru.
Dari tangan-tangan yang pernah gemetar, lahir keberanian menulis ulang takdir,
setiap langkah menjadi doa yang hidup,
menyentuh bumi, mengguncang sejarah yang beku.
Mereka bukan hanya pewaris tanah air,
tetapi penjaga nyala di setiap nadi bangsa, mengubah diam menjadi gerak,
mengubah gelap menjadi tanda tanya yang berani dijawab.
Wahai pemuda, teruslah menjadi api,
yang menyala meski angin mencoba memadamkan, karena perubahan tak lahir dari tenang,
melainkan dari jiwa yang berani menyala meski sendirian.
No comments:
Post a Comment