Tour Kota Bandung
Cerita Nia Silvia
Hai, aku Nia, gadis manis yang riang dan ceria. Kisah ini dimulai saat aku melaksanakan study wisata atau study tour, tepatnya saat aku masih kelas 8 SMP. Aku melaksanakan study wisata atau study tour ke kota Bandung, pada tanggal 12 - 15 Mei 2024. Sebelum berangkat study tour, aku dan teman-temanku 1 angkatan dikumpulkan di mushola sekolah. Sembari menunggu bus-nya datang kita semua membahas tempat - tempat yang akan dikunjungi dan membahas peraturan-peraturan yang tidak boleh dilanggar saat study tour.
Tak lama kemudian 3 bus datang untuk menjemput kami, tanpa menunggu waktu lama kita semua langsung berangkat ke kota Bandung. Aku berada di bus terakhir yang bernomor urut 3, bus yang paling mungil di antara bus lainnya, namun aku sangat senang karena bus nomor 3 berisi teman-teman kelasku semua. Perjalanan sudah berlanjut selama kurang lebih 4 jam, dan karena sudah menunjukan waktu sholat ashar, kita berhenti sejenak di rest area yang pertama untuk beristirahat dan melaksanakan ibadah sholat ashar. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan, dan Ketika sudah masuk jalan tol, bus yang aku naiki dengan teman-teman kelas ku saling salip menyalip dengan bus nomor urut 1. Karena tidak ingin kalah aku dan teman-temanku berteriak kepada supir bus "Om salip om, salip!!!" Lalu bus kami berhasil menyalip bus 1. Bus 1 juga tidak ingin kalah dengan bus kami, jadi bus mereka mengejar dan berhasil menyalip bus kami. Terjadilah sekitar 3-4 kali salip menyalip, dan setelah itu bus kami mengalah dan membiarkan bus 1 berada di depan bus kami.
Sesampainya di pelabuhan Bakauheni, sembari menunggu kapal sandar aku mengirim pesan kepada orang tuaku kalau aku sudah sampai di pelabuhan Bakauheni, karena mereka selalu menunggu dan menanyakan kabarku. Setelah kapal sandar aku dan teman-temanku melaksanakan sholat maghrib di kapal. Setelah melaksanakan sholat maghrib, aku dan teman-temanku berjalan mengelilingi kapal, sampai berada di lantai paling atas. Aku sudah merasa lelah dan pusing, jadi aku dan teman-temanku memutuskan untuk duduk sebentar. Tempat duduk yang diduduki oleh teman-temanku sudah penuh, jadi aku memutuskan untuk duduk di sebelah bapak bapak random yang berada tepat di depan teman-temanku. Aku memejamkan mataku dan menutupnya menggunakan tangan karena aku sudah merasa sangat pusing. Teman-temanku iseng, mereka mengambil foto aku yang sedang duduk di samping bapak bapak random lalu di kirim ke grup circle kita dengan menghubungkan emoji love di tengah nya dengan caption "Cie-cie Nia, nemu cowo di kapal", melihat hal itu bukanya membuat aku sebel, kesal tetapi hal itu malah membuatku tertawa sampai ngikik karena kekonyolan dan kerandoman mereka.
Setelah 2 jam lamanya kapal telah sampai di pelabuhan Merak, kita semua kembali ke bus, lalu turun dari kapal, dan melanjutkan perjalanan, aku merasa lelah dan kepalaku juga masih terasa pusing, jadi aku memutuskan untuk tidur. Tak terasa perjalanan sudah sampai di kota Bandung, lalu aku terbangun oleh jalanan menuju daerah Lembang yang berliuk liuk seperti ular. Setelah sampai di Lembang aku dan teman-temanku turun dari bus, kami berjalan-jalan sebentar sambil mencari toilet, udara di sana sangatlah dingin sampai-sampai bunga kol yang ada di sana pada beku semua. Aku dan teman-temanku mengantri di sebuah toilet untuk mandi, ada salah satu temanku melihat bahwa toilet yang sedang kita antri adalah toilet VIP, lalu teman-temanku kabur, lari semua dan aku pun kebingungan, jadinya aku ikut lari juga. Setelah itu aku dan teman-temanku ke toilet di sebelah toilet VIP yaitu toilet biasa, ya emang si harganya lebih murah tapi aku menyesal, kenapa aku tidak di toilet VIP saja, sudah jelas di sana fasilitasnya bagus, ada air panas juga untuk mandi, tapi sudah terlanjur mau kembali juga antriannya pasti sudah tambah panjang. Jadi aku terpaksa mandi di toilet ini. Airnya sangatlah dingin seperti sifat dia.
Sesudah mandi, bersiap-siap dan selesai sarapan, aku dan yang lain kembali ke bus dan melanjutkan perjalanan menuju Tangkuban Parahu. Di sana aku sangat bahagia melihat pemandangan yang sangat indah dan di sana juga aku kaget karena melihat bule yang lumayan banyak. Berbadan tinggi seperti tiang listrik, berkulit putih dan berambut pirang. Saat aku berpapasan dengan salah satu bule aku kaget dengan kata-kata yang diucapkan yaitu "punten" dengan berjalan menunduk.
Setelah selesai di Tangkuban Parahu, kami melanjutkan perjalanan ke floating market Lembang. Aku dengan teman-temanku merasa senang sekali, kami berjalan-jalan mengelilingi tempat tersebut dan menghabiskan waktu untuk berfoto. Tak lama kemudian aku merasa tidak enak badan, kepalaku pusing, perutku sakit dan mual. Saat akan naik bus lagi, temanku memanggil anggota medis dan mengadukan keluhanku, lalu medis itu memutuskan untuk untuk menyuntikku, tetapi aku menolaknya, beberapakali mereka merayuku tetapi aku tetep saja menolak, aku tidak mau disuntik karena aku sangat takut dengan jarum suntik.
Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Mini Mania. Aku berusaha menstabilkan badanku. Setelah masuk ke Mini Mania aku merasa senang sekali karena aku bisa berkeliling dunia hanya dalam waktu 2 jam, mungkin tidak sampai 2 jam, tetapi aku merasa sangat aneh dan heran kenapa penjaganya sangat mini-mini, apa karena nama nya Mini Mania, ya? Jadi semua yang di sana serba mini-mini. Hal itu membuatku tertawa dan bahagia karena masih ada orang yang lebih kecil dariku tetapi umurnya lebih tua dariku. Tiba-tiba badanku terasa mendingan, akupun sempat heran apa karena aku merasa bahagia jadi badanku sudah terasa mendingan.
Setelah selesai di Mini Mania, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Hotel Fabu untuk beristirahat. Di Hotel Fabu aku dan teman-temanku mendapatkan kamar nomor 206 yang berada di lantai 2, kamar hotel yang luas dan indah serta dilengkapi denga fasilitas yang bagus. Setelah itu aku dan teman-temanku membereskan koper dan barang bawaan, lalu kami mandi, makan, bercanda-candaan, setelah itu tidur.
Setelah malam berlalu aku dan teman-temanku bersiap-siap untuk menuju ke Museum Geologi. Setelah mandi kami turun ke lantai dasar untuk sarapan. Selepas sarapan kami langsung berangkat ke museum Geologi. Sesampainya di museum Geologi aku dikejutkan oleh segerombolan orang. Baru saja kami turun dari bus sudah dikerubungi puluhan pedagang, kayak kita mau borong aja semua jualan mereka padahal mah engga. Lagian mau borong juga duit dari mana. Setelah itu kita semua langsung masuk ke museum, baru saja masuk museum sudah dikejutkan lagi, tetapi bukan karena pedagang, melainkan fosil gajah yang sangat besar. Di sana aku melihat batu-batu bersejarah, fosil-fosil dinosaurus, dan benda-benda bersejarah lainnya. Part yang paling menyenangkan adalah ketika saat nonton video awal mulanya bumi terbentuk, di ruangan yang gelap seperti sedang sedang menonton film di bioskop.
Selesai kegiatan di museum Geologi kami balik lagi ke hotel, tetapi bukan hotel Fabu, melainkan hotel yang berada tepat di depan pusat perbelanjaan oleh-oleh di Cihampelas, aku tidak tau pasti namanya jadi aku menyebutnya hotel di depan pusat perbelanjaan Cihampelas, kami semua ke hotel tersebut untuk makan siang. Setelah selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Masjid Raya Bandung yaitu Masjid Al-Jabbar. Masjid megah yang berada di tengah danau dan dijuluki sebagai Masjid Apung karena dibangun di tengah waduk di wilayah Gedebage, Kota Bandung. Untuk dapat menginjakkan kaki di wiayah Masjid Al-Jabbar tidak di perbolehkan menggunakan bus, jadi kami semua naik odong-odong yang sudah disediakan. Sampainya di masjid, aku dan salah satu temanku memutuskan untuk sholat ashar di sana, apalagi tempat yang dikunjungi adalah masjid Al-Jabbar, masa engga sholat? Rugi dong. Setelah selesai sholat aku dan salah satu temanku kembali ke titik kumpul awal di mana semua teman-temanku ada di sana. Setelah sampainya di sana aku kaget, loh kok sepi? Tasku juga yang sebelumnya aku titipkan ke teman-temanku sudah tidak ada, aku mencari kesana kemari tapi tidak ketemu juga, eh … ngga tau nya aku sudah ditinggal pergi duluan dan tasku juga sudah dibawa ke bus. Tanpa pikir lama aku langsung bergegas kembali ke bus.
Setelah semua anggota lengkap kami menuju tempat terakhir yaitu ke Cihampelas, pusat perbelanjaan oleh-oleh. Aku dan salah satu temanku turun dari bus dan memutuskan untuk menyusul teman-temanku yang sudah duluan pergi ke mall. Setelah sampai di mall aku berjalan mengelilingi mall untuk mencari teman-temanku. Niatnya nyariin teman, eh malah aku yang dicariin karena nyasar. Setelah bertemu dengan teman-temanku, kami semua langsung kembali ke bus. Kami juga sudah membeli oleh-oleh yang cukup banyak.
Puas belanja dan jalan-jalan di Cihampelas kami melanjutkan perjalanan kembali ke Lampung. Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, kayaknya baru kemarin deh aku sampai di kota Bandung, lah sekarang udah mau pulang aja. Jujur rasanya sedih banget ketika mendengar kata-kata pulang. Sebenarnya aku belum ingin pulang tetapi aku ga boleh egois, di rumah juga ada keluargaku yang menanti kepulanganku. Lagian kalo ngga mau pulang juga di sana mau sama siapa, orang jadwal study tournya aja udah selesai.
Teman-teman, sampai di sini dulu ya ceritaku dengan kota Bandung, lain waktu kita sambung kalau aku ke Bandung lagi, ya ... byee byeee.